Rabu, 09 Maret 2011

PSEP II bab 5


ACARA 5

Pasar Persaingan Tidak Sempurna
(Pasar Monopoli Murni)



 
          

       


Secara sederhana, pasar berstruktur monopoli adalah suatu bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual atau produsen (single firm) tanpa ada pesaing dan output yang dihasilkan tidak mempunyai subtitusi (close subtitution). Dengan demikian, sebagai penjual tunggal, monopolis tersebut mempunyai kekuatan untuk mengatur tingkat harga produknya (price maker). Di lain pihak, konsumen dari output yang dihasilkan oleh monopolis tersebut sangat banyak jumlahnya. Beberapa contoh di Indonesia adalah PLN, PAM, dsb. Faktor-faktor penyebab terbentuknya monopoli adalah hambatan teknis dan hambatan legalitas.95

5.1 Permintaan dan Penerimaan Perusahaan Monopoli
a.       Permintaan
Dalam pasar monopoli permintaan terhadap output perusahaan merupakan permintaan industri. Karena itu perusahaan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar dengan mengatur jumlah output. Posisi perusahaan monopolis adalah penentu harga (price setter).
b.       Penerimaan total dan Penerimaan Marjinal
Penerimaan marjinal perusahaan monopoli lebih kecil dari harga jual (MR < P). Kurva MR untuk kurva permintaan yang berbentuk garis lurus adalah garis lurus yang dimulai dari titik yang sama pada sumbu vertikal seperti kurva permintaan tetapi tingkat penurunannya dua kali lipat dari kurva D. Juga MR pada tiap tingkat penjualan berhubungan dengan harga pada tingkat penjualan tersebut dengan rumus : MR = P ( 1 – 1/e), dimana e berarti nilai absolut koefisien elastisitas harga permintaan pada tingkat penjualan itu.
 


 

 

 

 


Gambar 5.1 Kurva MR dalam Perusahaan Monopoli


5.2 Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang
            Monopolis akan memperoleh keuntungan maksimum dalam proses produksinya jika penerimaan marjinalnya sama dengan biaya marjinalnya atau MR = MC. Output ekuilibrium jangka pendek monopolis adalah output dimana keuntungan total mencapai maksimum/ kerugian total mencapai minimum (asalkan TR > TVC). Dalam jangka panjang monopolis akan beroperasi hanya jika ia memperoleh keuntungan (setidaknya mencapai kondisi break event) dengan memproduksi tingkat output terbaik menurut skala operasi yang paling sesuai. Tingkat output dalam jangka panjang ditentukan oleh titik dimana kurva LMC memotong kurva MR dari bawah. Skala operasi yang paling sesuai adalah skala operasi yang kurva SAC-nya bersinggungan dengan kurva LAC.








Rp
 



P
 

 




                     Laba
                     Biaya


MR
 
D
 


Gambar 5.2 Keseimbangan Jangka Pendek dalam Perusahaan Monopoli
5.3 Daya Monopoli dan Diskriminasi Harga
Dalam jangka panjang, keseimbangan monopolis (yang biaya produksi rata-ratanya lebih rendah dari harga outputnya) akan sama seperti keseimbangan jangka pendeknya, manakala monopolis tersebut mampu mempertahankan efisiensi produksinya atau dengan kata lain monopolis dapat mempertahankan daya monopolinya. Daya monopoli adalah kekuatan suatu perusahaan untuk mengatur output dan harga dalam rangka meningkatkan keuntungan maksimumnya. Daya monopoli dapat diukur dengan indeks Lerner, yaitu :

L = (P – MC) / P

Dimana L = Indeks Lerner, semakin besar L, semakin tinggi daya monopoli

     P       = harga output

                 MC    = biaya marjinal
                 Pada dasarnya monopolis dapat berupaya untuk meningkatkan keuntungannya dengan berbagai cara, antara lain dengan :
·        Diskriminasi harga
·        Meningkatkan efisiensi produksinya
Diskriminasi harga adalah kebijakan monopolis yang ditempuh dengan membeda-bedakan harga satu outputnya agar surplus konsumen dapat diterima oleh monopolis tersebut. Ada tiga derajat diskriminasi harga yang dapat dilakukan oleh monopolis, yaitu :
1.      Diskriminasi harga derajat III : monopolis menetapkan harga yang berbeda untuk pasar yang berbeda, pada produk yang sama
2.      Diskriminasi harga derajat II : monopolis menetapkan harga yang berbeda untuk sejumlah barang atau setiap penambahan unit barang yang dibeli sehingga harga rata-rata semakin  murah denagnn semakin banyaknya unit yang dibeli.
3.       Diskriminasi harga derajat I : monopolis menetapkan harga yang berbeda untuk setiap konsumen sesuai dengan kesanggupan maksimum konsumen membayarnya.

Sun: LATIHAN 



1.      Monopolis menghadapi dua fungsi D alternatif, QD1 = 12 – P dan QD2 = 8 – P/3. Ia mengeluarkan SMC sebesar $1 untuk menaikkan output dari satu menjadi dua unit, SMC sebesar $3 untuk menaikkan output dari dua unit menjadi tiga unit, SMC sebesar $9 untuk menaikkan output tiga menjadi empat unit, dan SMC sebesar $18 untuk menaikkan output dari empat menjadi lima unit
a.       Pada harga berapa monopolis itu akan menawarkan tingkat output terbaik apabila kurva permintaannya adalah D1? Jika kurva permintaannya adalah D2?
b.      Ujilah hasil-hasil Anda dengan menggunakan rumus MR =  P(1 – 1/e)
c.       Apa yang dapat Anda katakan tentang kurva penawaran jangka pendek monopolis itu ?
2.      Monopolis yang menjual dalam dua pasar yang terpisah (pasar 1 dan    pasar 2), menghadapi fungsi D berikut : QD1 = 24 – 2P dan QD2 = 16 – P. Monopolis itu mengoperasikan pabrik tunggal dengan LTC seperti terlihat dalam tabel dibawah ini.
Q
10
11
12
13
14
15
LTC ($)
82,50
88
94,50
104
119
142,50
a.       Carilah skedul LMC dan LAC untuk monopolis ini
b.      Pada seperangkat sumbu yang sama, gambarkan D1, MR1, D2, MR2, SMR, LMC, dan LAC 1
c.       Carilah tingkat output terbaik untuk monopolis tersebut: berapa jumlah output yang seharusnya dijual monopolis itu di pasar 1 dan di pasar 2 ?
d.      Dengan harga berapakah seharusnya monopolis menjual di masing-masing pasar ? Ujilah hasil-hasil Anda dengan menggunakan rumusnya ?
e.       Berapakah keuntungan yang akan diperoleh monopolis di pasar 1, di pasar 2, dan secara keseluruhan ?
3.      Dalam memproduksi suatu jenis barang tertentu seorang monopolis menghadapi fungsi permintaan :  P = 84 – 4Q, sedangkan fungsi biaya rata-ratanya ditunjukkan oleh persamaan AC = Q + 4. Dari kondisi tersebut, tentukan :
a.       Tingkat harga  yang harus ditentukan oleh monopolis tersebut agar keuntungan/ kerugian yang diperoleh maksimum !
b.      Besarnya keuntungan maksimum/ kerugian minimum tersebut !
c.       Besarnya elastisitas permintaan pada tingkat harga tersebut di atas !
4.      Sebuah perushaan monopoli menghadapi permintaan : Q = Q = 40 – 4P dimana Q adalah jumlah barang yang diminta (unit). Monopolis memiliki biaya rata-rata konstan 6 per unit.
a.       Turunkan persamaan-persamaan penerimaan rata-rta (AR), penerimaan marjinal (MR) dan biaya marjinal (MC) !
b.      Berapa jumlah output yang harus diproduksi dan harga jual per unit untuk mencapai laba maksimum. Hitung besarnya laba maksimum tersebut !
c.       Berapa selisish harga dan output yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan harga dan output bila perusahaan beroperasi pada pasar persaingan sempurna
d.      Buatlah grafiknya !
5.      Suatu perusahaan monopolis memiliki biaya rata-rata konstan sebesar 4 per unit. Perusahaan tersebut menghadapi dua permintaan yang berbeda.
¨     Permintaan pasar pertama  : Q1 = 20 – 4P1
¨     Permintaan pasar kedua      : Q2 = 40 – 2P2
Buktikan kebijakan diskriminasi harga akan meningkatkan laba perusahaan tersebut!
6.    Dalam meproduksi barang, seorang monopolis menghadapi permintaan              P = 42 – 2Q sedangkan fungsi biaya rata-rata AC = 1/2Q + 2
tentukan:
a. besar keuntungan maksimal
b.    elastisitas permintaan
7.    Pasar monopoli mempunyai biaya rata-rata Rp 3/unit, perusahaan tersebut menghadapi 2 permintaan yang berbeda
     Q1 = 60 – 12 P1(pasar 1)
     Q2 = 120 – 6 P2 (pasar 2)
     Tentukan keuntungan total bila perusahaan melakukan diskriminasi harga!
8.    PLN menghadapi permintaan Q = 20 – 2P dimana Q adalah jumlah barang yang diminta (unit ). Monopolis memiliki biaya rata-rata konstan 4 per unit.
a.    Turunkan persamaan AR, MR, dan MC!
b.    Berapa jumlah output yang harus diproduksi dan harga jual per unit untuk mencapai laba maksimum. Hitung besarnya laba maksimum!
c.     Berapa selisih harga dan output yang dihasilkan perusahaan bila dibandingkan dengan harga dan output bila perusahaan beroperasi pada pasar persaingan sempurna!
d.    Gambarkan dengan menggunakan diagram!
9. Diketahui:   QD1 = 10 – 2P1
                        QD2 = 20 – P2
                        AC  = 2
     Buktikan bahwa diskriminasi harga dapat meningkatkan laba !
10. Dalam meproduksi barang, seorang monopolis menghadapi permintaan             P = 42 – 2Q sedangkan fungsi biaya rata-rata AC = 1/2Q + 2 tentukan:
a. besar keuntungan maksimal
b. elastisitas permintaan
11.    Pasar monopoli mempunyai biaya rata-rata Rp 3/unit, perusahaan tersebut menghadapi 2 permintaan yang berbeda
     Q1 = 60 – 12 P1(pasar 1)
     Q2 = 120 – 6 P2 (pasar 2)
     Tentukan keuntungan total bila perusahaan melakukan diskriminasi harga!
12.    Suatu perusahaan monopolis  memiliki fungsi total biaya 4Q. Perusahaan tersebut menghadapi 2 permintaan yang berbeda.
Permintaan pasar I         Q1 = 40 – 8P1
Permintaan pasar II        Q2 = 80 – 4P2
Buktikan bahwa diskriminasi harga akan meningkatkan harga perusahaan apabila dibandingkan dengan tanpa diskriminasi harga!
«««

PSEP II bab 4


ACARA 4





Pasar Persaingan Sempurna


 
 


Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal. Karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang sangat tinggi efisiensinya. Karakteristik pasar persaingan sempurna adalah :

v Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)
v Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan/informasi sempurna (perfect knowledge) tentang harga dan input
v Output sebuah perusahaan relatif kecil dibanding output pasar (small relatively output)
v Perusahaan menerima harga yang ditentukan oleh pasar (price taker)
v Semua perusahaan bebas keluar masuk pasar (free entry and exit), menyesuaikan jumlah output untuk memperoleh laba maksimal

4.1 Permintaan dan Penerimaan dalam Pasar Persaingan Sempurna

1.       Permintaan
Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah. Oleh karena itu kurva permintaan yang dihadapi perusahaan secara individu berbentuk garis lurus.
2.       Penerimaan
Penerimaan total (total revenue) perusahaan sama dengan jumlah output (Q) dikali harga jual (P). Karena harga telah ditetapkan, penerimaan rata-rata (average revenue) dan penerimaan marjinal (marginal revenue) adalah sama dengan harga. Dengan demikian kurva permintaan (D) sama dengan kurva penerimaan rata-rata (AR) sama dengan harga (P).
 




Gambar 4.1 Kurva Penerimaan : TR, AR,MR dalam Pasar Persaingan Sempurna
4.2 Keseimbangan Perusahaan Jangka Pendek
Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan berada dalam keseimbangan :
a.       Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi paling tidak adalah sama dengan penerimaan total (TR), atau biaya variabel rata-rata (AC) sama dengan harga (P)
b.      Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk, kerugiannya minimum (minimum loss)




P1
 
                                                                                                  D1=AR1=MRP1=P1
AC<P
 
Laba
 
                              
                                                                 






Rugi
 

AC>P
 

P2
 
                                                                                               D2=AR2=MR2=P2
                     

              


Text Box: Impas: AC=P atau MC=P

                  





Text Box: Laba  : AC<P
Text Box: Rugi  : AC>P



Gambar 4.2 Kurva Keseimbangan Jangka Pendek Perusahaan  dalam Pasar Persaingan Sempurna
4.3Keseimbangan Perusahaan Jangka Panjang
Empat persyaratan yang harus dipenuhi agar perusahaan dapat bertahan adalah :
a.       Perusahaan berproduksi sampai saat MR = MC. Pada saat ini biaya marjinal jangka pendek sama dengan biaya marjinal jangka panjang (SMC = LMC)
b.      Biaya rata-rata jangka pendek harus sama dengan harga jual (SAC = P) agar tidak mengalami rugi
c.       Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk-keluar, karena laba nol/normal (tingkat laba yang memberi tingkat pengembalian yang sama jika uang dan faktor produksi lain dialokasikan pada kegiatan alternatif).
d.      Kurva biaya rata-rata jangka panjang (minimum LAC), pada saat SAC = LAC

4.4 Penawaran Perusahaan Pasar Persaingan Sempurna
            Penawaran industri adalah total penawaran perusahaan-perusahaan. Jumlah output yang ditawarkan perusahaan adalah jumlah yang menghasilkan laba maksimum (MR = MC). Perusahaan mulai menawarkan produknya pada saat AVC berpotongan dengan MC. Laba maksimum diperoleh pada saat MR = MC atau MR = P. Jadi, kurva penawaran jangka pendek adalah apabila kurva MC melewati titik potong dengan minimum kurva AVC, dapat dilihat pada grafik:


 










Gambar 4.3 Kurva Penawaran Jangka Pendek Perusahaan dalam Pasar  Persaingan Sempurna


«««
Sun: LATIHAN

 



1. Sebuah perusahaan yang bersaing sempurna menghadapi P = $4 dan TC = Q3 – 7Q2 + 12Q + 5
a.  Dengan memakai kalkulus, tentukanlah tingkat output terbaik bagi perusahaan itu melalui pendekatan marginal !
b.  Hitung Total keuntungan perusahaan pada tingkat output tersebut !
2.        Sebuah perusahaan berada di Pasar Bersaing Sempurna dengan fungsi produksi Q = 40X1/2. Perusahaan tersebut hanya menggunakan faktor produksi (a) yang menghasilkan output seharga Rp 10/unit, sedangkan harga faktor produksi (a) adalah Rp 20/unit. Tentukanlah:
  1. fungsi biaya dan fungsi penerimaan perusahaan tersebut
  2. berapa unit faktor produksi yang diperlukan perusahaan agar laba maksimal
3.        Suatu perusahaan dalam persaingan sempurna mempunyai biaya variabel dan biaya tetap dalam jangka pendek seperti dibawah ini. Harga pasar untuk produk perusahaan tersebut adalah Rp 150,00
Output
0
1
2
3
4
5
6
FC (Rp)
100
100
100
100
100
100
100
VC (Rp)
0
100
180
300
440
600
780
TC
TR
Laba / Rugi
  1. Lengkapilah tabel tersebut !
  2. Pada tingkat output berapakah perusahaan dapat memaksimalkan laba atau meminimalkan rugi ?
  3. Berapakah penerimaan marginal perusahaan pada setiap tingkat output yang positif ?
  4. Apakah yang dapat anda ceritakan tentang hubungan antara penerimaan marginal dan biaya marginal untuk tingkat output dibawah tingkat yang memaksimalkan laba (atau meminimalkan rugi)? Apakah yang dapat anda ceritakan tentang hubungan antara penerimaan marginal dan biaya marginal untuk tingkat output lebih besar daripada tingkat yang memaksimalkan laba (atau meminimalkan rugi)?
4. Diketahui data-data sebagai berikut :
Q
1
2
3
4
5
6
7
8
TVC (Rp)
10
16
20
25
31
38
46
55
MC (Rp)
AVC (Rp)
  1. Hitunglah biaya marginal dan biaya variabel rata-rata untuk setiap tingkat produksi !
  2. Berapakah yang akan diproduksi perusahaan jika produk bisa dijual seharga    Rp 5, Rp 7 dan Rp 10 ?
  3. Jelaskan jawaban saudara !
  4. Dengan mengasumsikan bahwa biaya tetap adalah Rp 3, hitunglah laba perusahaan pada setiap tingkat produksi ditabel tersebut !
5.      Seorang produsen menjual outputnya di pasar persaingan sempurna. Dalam usahanya untuk mendapatkan laba maksimum, ia memutuskan beroperasi pada keadaan impas. Pada keadaan itu perusahaan tersebut diketahui beroperasi dengan biaya variabel rata-rata sebesar 10 satuan uang, dan biaya total sebesar 5400 satuan uang serta output yang dihasilkan sebesar 300 satuan. Pertanyaan :
  1. Tentukan harga jual produk perusahaan itu dan biaya tetapnya!
  2. Gambarkan dan jelaskan apabila harga pasar turun di bawah harga pada (soal a) tersebut !
6.      Dalam suatu perusahaan yang berada dipasar persaingan sempurna, hasil penjualan total dan biaya total pada berbagai tingkat produksi adalah seperti ditunjukkan dalam tabel berikut ini (nilai-nilai dalam ribuan rupiah). (Catatan: apabila produksi adalah nol, biaya total adalah Rp 40.000, biaya tetap total adalah Rp 40.000).
Jumlah produksi
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Hasil Penjualan (Rp)
0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
200
Biaya Total (Rp)
40
60
70
75
78
85
95
110
135
165
200
  1. Hitunglah biaya marginal dan hasil penjualan marginal. Berapakah harga barang tersebut ?
  2. Terangkan pada tingkat produksi yang mana perusahaan dapat beroperasi dengan menguntungkan. Tingkat produksi manakah yang terbaik ? Mengapa ? Hitung jumlah keuntungan yang diterima !
  3. Gambarkan keadaan keseimbangan firma itu secara grafik !

7.      Sebuah perusahaan di dalam menghasilkan barang Q menggunakan satu jenis faktor produksi variabel, yaitu X. Harga faktor produksi per unit (PX) = 15 dan harga penjualan barang per unit (PQ) = 10. Pasar barang dengan pasar produksi adalah persaingan sempurna, dengan fungsi produksi 
Q = 15 X ½ .
Pertanyaan :
  1. Bagaimana fungsi TR dan TC !
  2. Berapa unit faktor produksiyang diperlukan perusahaan tersebut agar dapat dicapai keuntungan maksimal !

8.      Dalam pasar persaingan sempurna seandainya saudara mempunyai mesin fotokopi dengan fungsi total cost = 40 + 5Q + 0,3Q2 dimana TC adalah biaya total (Rp/menit) dan Q adalah jumlah lembar fotokopi per menit. Apabila harga satu lembar fotokopi adalah Rp 20. Berapakah :
a.    Jumlah lembar fotokopi per menit agar tercapai keuntungan maksimum.
b.    Penerimaan pada waktu keuntungan maksimum.
c.     Biaya pada waktu keuntungan maksimum.
d.    Keuntungan maksimum
e.    Pada kondisi seperti di atas, apakah saudara terus melanjutkan usaha fotokopi tersebut ?
9.      Diketahui produsen menjual outputnya di pasar persaingan sempurna. Permintaan yang dihadapi pasar  ½ Px = 16 – ¼ Qx, sedangkan fungsi produksinya :              
Qx = L 1/2 K ½
Diketahui harga input L (PL ) = 3 satuan uang, harga input K ( PK ) = 3 satuan uang dan banyaknya input K yang digunakan tetap sebesar 36 unit.
Pertanyaan :
a.       Tentukan bagaimana bentuk fungsi biaya produksi total  ( SRTC ) produsen tersebut !
b.      Tentukan berapa besarnya output ( Qx ) keseimbangan produsen tersebut !
Hitung berapa besar sisa hasil usaha  (p) yang diterima produsen tersebut pada output keseimbangan !

10.    Asumsikan bahwa (1) titik terendah pada kurva LAC untuk masing-masing perusahaan yang identik dalam industri yang bersaing sempurna adalah $4 dan itu terjadi pada output sebesar 500 unit, (2) apabila skala operasi optimum dioperasikan untuk memproduksi 600 unit output per unit waktu, SAC untuk setiap perusahaan adalah $4, 50, dan (3) fungsi permintaan dan penawaran pasar ditentukan berturut-turut oleh QD = 70.000 – 5.000P dan QS = 40.000 + 2.500P
  1. Carilah harga ekuilibrium pasar! Apakah industri itu berada dalam ekuilibrium jangka pendek atau jangka panjang ? Mengapa ?
  2. Berapa jumlah perusahaan yang ada apabila industri ini berada dalam ekuilibrium jangka panjang ?
  3. Jika fungsi permintaan pasar bergeser ke QD’ = 10.000 – 5.000P, carilah harga dan kuantitas ekuilibrium jangka pendek yang baru untuk industri dan perusahaan itu. Apakah perusahaan memperoleh laba atau rugi pada titik ekuilibrium baru ini ?

11.  Diketahui fungsi biaya perusahaan pada pasar bersaing sempurna:
TC = Q3 – 10Q2 + 37Q + 12
Dengan harga (P) = 5
  1. berapa jumlah yang harus dihasilkan perusahaan agar tercapai laba maksimal?
  2. berapa kisaran harga yang seharusnya ditetapkan agar tercapai keuntungan maksimal ?

12.    Sebuah perusahaan jam beroperasi dalam pasar persaingan sempurna dengan biaya produksi VC = 150 + Q2 dan biaya tetap FC = 100. Jika harga jam per unit Rp 70, tentukan:
  1. Berapa jumlah jam yang harus dikonsumsi untuk mencapai keuntungan maksimal?
  2. Berapa laba maksimal yang dihasilkan?
  3. Bila harga jual jam turun menjadi 50, bagaimana output dan keuntungan maksimal yang dihasilkan?
13.Misalkan suatu perusahaan dalam persaingan sempurna mengeluarkan biaya sebanyak Rp 100.000. Biaya variabel total pada berbagai tipe produksi adalah seperti ditunjukkan dalam tabel berikut.
Jumlah produksi (unit)
Biaya variabel tetap
(Rp)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
0
50.000
90.000
120.000
140.000
150.000
180.000
240.000
330.000
  1. Hitunglah biaya tetap, biaya rata-rata, biaya variabel rata-rata dan biaya marginal.
  2. Harga pasar barang tersebut adalah Rp 90.000, hitunglah hasil penjualan total pada berbagai tingkat produksi.
  3. Tunjukkan keseimbangan yang dicapai perusahaan tersebut dalam grafik. Berapakah jumlah produksi yang dijualnya ?
14.    Anggaplah bahwa permintaan dalam industri yang bersaing sempurna ditentukan oleh QD = 70.000 – 5.000P dan fungsi penawaran pasar QS = 40.000 + 2.500P, dimana P diukur dalam dollar
  1. Carilah harga equilibrium pasar !
  2. Carilah skedul permintaan pasar dan skedul penawaran pasar pada harga $9, $8, $7, $6, $5, $4, $3, $2, dan $1!
  3. Gambarkan kurva permintaan pasar, kurva penawaran pasar dan kurva permintaan untuk salah satu dari 100 perusahaan identik yang bersaing sempurna dalam industri ini !
  4. Bagaimana bentuk persamaan kurva permintaan untuk perusahaan itu ?
15. Sebuah perusahaan berada didalam pasar persaingan sempurna dengan fungsi Q = 30X1/2. Perusahaan tersebut diasumsikan hanya menggunakan 1 faktor produksi dan menghasilkan output dengan harga Rp 25/unit, sedangkan harga faktor produksi Rp 20/unit.Ditanyakan:
a.     Bagaimanakah fungsi biaya dan fungsi penerimaan?
b.    Berapa unit faktor produksi yang diperlukan agar mencapai laba maksimum?
«««