ARTI PENTING AGROEKOLOGI BAGI MAHASISWA PERTANIAN
Agroekologi merupakan gabungan tiga kata, yaitu Agro (pertanian), Eko/Eco (lingkungan), dan Logi/logos (ilmu). Secara sederhana, Agroekologi dimaknai sebagai ilmu lingkungan pertanian. Secara lebih luas, Agroekologi dimaknai ilmu yang mempelajari hubungan anasir (faktor) biotik dan abiotik di bidang pertanian.
Pengertian faktor biotik dan abiotik di bidang pertanian agak berbeda dengan pemahaman terdahulu, terutama anggapan bahwa Tanah, Air dan Udara yang dulu dianggap benda mati, sekarang dipandang sebagai faktor yang ‘hidup’ karena di dalam tanah, air dan udara berlangsung sistem kehidupan yang saling mempengaruhi. Hal ini dapat dibuktikan dengan sifat dinamis tanah, air dan udara. Tanah dapat berubah dari subur menjadi gersang/tandus dan dari lestari menjadi tercemar. Air tidak selalu dipandang sebagai sumberdaya yang tak terbatas dan dapat diperbaharui. Kedudukan air berkualitas tinggi saat ini sangat mengkawatirkan karena banyaknya sumber pencemar yang dibuang ke badan-badan air. Udara juga bukan benda yang gratis lagi, terutama di daerah kota-kota besar dan kawasan industri, dimana kondisi udara semakin menurun kualitasnya.
Agroekologi lebih menekankan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan dalam budidaya pertanian. Pertanian bukan sekedar interaksi antara petani dengan tanamannya. Aktifitas pertanian secara kompleks melibatkan banyak faktor, terutama manusia, hewan, lahan dan iklim. Faktor manusia sangat didominasi kondisi sosial dan ekonominya. Faktor hewan terdiri dari hewan makro (ternak, ikan) dan hewan mikro (mikrobia). Faktor lahan meliputi kondisi fisiografi (kelerengan dan ketinggian tempat), tanah, air, dan tanaman. Faktor iklim terdiri dari sinar matahari, suhu, kelembaban, angin dan curah hujan (Kundarto, 2009).
Adapun pentingnya mahasiswa pertanian dalam mempelajari agroekologi ialah kembali kita mengingat bahwa peran kita sebagai mahasiswa adalah sebagai agen of change. Mahasiswa dituntut harus mampu membawa perubahan kepada setiap lingkungan yang berada di sekitarnya. Jika dikaitkan dengan pentingnya mahasiswa pertanian mempelajari agroekologi ialah mahasiswa pertanian merupakan salah satu agen of change yang ilmunya paling dekat dengan bahasan tersebut.
Sistem pertanian yang terus berubah dimulai dari era 60-an dimana sistem pertanian saat itu masih konvensional, kemudian dilanjutkan pada era ’80-an dimana sistem pertanian mengacu pada sistem pertanian di dunia yang biasa disebut Revolusi Hijau. Sistem pertanian ini memberikan dampak hasil yang luar biasa pada produksi pertanian Indonesia, dimana negara Indonesia yang statusnya sebagai negara pengimpor beras menjadi negara pengekspor beras ke-2. Namun kelemahan dari sistem pertanian ini adalah kurangnya perhatian terhadap lingkungan. Daya dukung lingkungan yang semula mampu mendukung sistem pertanian,perlahan mulai tergerus dan akibatnya banyak lahan yang semakin tidak subur, akibat hilangnya unsur hara dan mineral penting dalam tanah.
Sistem pertanian berkelanjutan akan terwujud hanya apabila lahan digunakan untuk sistem pertanian yang tepat dengan cara pengelolaan yang sesuai. Apabila lahan tidak gunakan dengan tepat, produktivitas akan cepat menurun dan ekosistem menjadi terancam kerusakan. Penggunaan lahan yang tepat selain menjamin bahwa lahan dan alam ini panduan metodologi analisis memberikan manfaat untuk pemakai pada masa kini, juga menjamin bahwa sumberdaya alam ini bermanfaat untuk generasi penerus di masa-masa mendatang. Dengan mempertimbangkan keadaan agroekologi, penggunaan lahan berupa sistem produksi dan pilihan-pilihan tanaman yang tepat dapat ditentukan (…………).
Untuk itulah, mahsiswa pertanian yang ilmunya paling dekat dengan bahasan ini, seyogyanya harus mampu menguasai arti pentingnya agroekologi agar mampu mengetahui upaya untuk mencari bentuk pengelolaan sumberdaya lahan permanen, baik dalam satu komoditi maupun kombinasi antara komoditi pertanian dan kehutanan dan atau peternakan/perikanan secara simultan atau secara bergantian pada unit lahan yang sama dan bertujuan untuk mendapatkan produktivitas optimal, lestari dan serbaguna, dan memperbaiki kondisi lahan atau lingkungan. Dengan demikian konsep ini mencakup aspek struktur ekosistem (structural attribute of ecosystem), yaitu jenis dan susunan tanaman/komoditasnya; fungsi ekosistem (functional attribute of ecosystem) yaitu produktivitas, kelestarian dan perbaikan lahan/lingkungan hidup; dan yang tak kalah penting yaitu kelembagaan, tenaga kerja, teknik pengelolaan dan sosial ekonomi.

ARTI PENTING AGROEKOLOGI BAGI MAHASISWA
FAKULTAS PERTANIAN
TUGAS KULIAH
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Tugas
Mata Kuliah Agroekologi Jurusan Agronomi
Fakultas Pertanian Universitas Jember
Dosen Pembimbing:
Ir. Usmadi, MP
Oleh:
Jaka Rismantoro 081510601074
Malek Zulis F 081510691011
Dewi Sartika 101510601109
Chory Marta F 101510601178
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER
Maret, 2011
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar